Kamis, 12 Desember 2013

TUGAS KREATIVITAS (INDIVIDU)

MARI MELIHAT DUNIA SECARA LUAS


karya yang bakal saya tampilakan adalah sebuah foto dengan sudut pandang yang berbeda dari yang biasanya. saya mengambil ide ini untuk ditampilkan karena menurut saya foto yang sering terlihat hanya melalui sudut pandang kita, padahal sudah banyak aplikasi yang membantu para fotografer untuk mengambil dari sudut pandang yang berbeda dan secara luas.


Disini saya akan menampilkan hasil dari gambar yang saya potret sendiri






dari kedua gambar diatas bisa kita lihat perbedaan sudut pandangnya. gambar pertama bisa kita lihat sudut pandang yang lebih luas dan gambar kedua hanya lebih luas dari biasanya.

gambar ini saya ambil menggunakan hape Samsung Galaxy Note 3. dimana didalam hape ini sudah ada aplikasi yang mendukung kita untuk pengambilan gambar ini

cara pengambilannya
1. buka aplikasi kamera yang ada pada hape



2. setelah masuk kedalam aplikasi, mari mengannti mode auto



3. setelah menekan mode pilih mode Surround Shot

4. selanjutnya mengganti modenya akan muncul gambar seperti dibawah ini, arahkan bulatan putih yang ada dibulat merah menuju bulatan putih yang ada di dalam bulatan biru.



5. selanjutnya bulatan putih kosong yang ada pada bulatan merah diatas arahkan dengan mengerakan hape menuju bulatan putih penuh yang ada didalam bulatan biru. arahkan trus sampai mengisi bulatan dunia seperti gambar dibawah ini
 setelah bulatan penuh maka, beberapa saat hape akan dengan sendirinya memproses hasil jebretan.
dan akan menhasilkan foto


saya menjadikan ini sebagai hasil kreativitas kita karena menurut saya proses belajar merupakan suatu proses dimana kita bisa memanfaatkan setiap informasi baru dan menjadikan pembelajaran. hal ini juga sejalan dengan Ausubel 1988 yang mengatakan bahwa pembelajaran bermakna suatu proses dimana seseorang mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat pada struktur kognitif kita.

kreativitas juga didefinisikan Stein (1967) sebagai “The creative work is a novel work that is accepted as tenable or useful or satisfying by a group in some point in time”.
stein sendiri membagi kreativitas menjadi 2 konseptual dan konsensual 
Dimana konseptual tercermin pada novel, tenable,useful, dan satisfying dan dimensi konsensual dinyatakan melalui kata-kata that is accepted by a group in some point in time.

Kata novel (baru) berarti bahwa suatu produk yang dinilai kreatif bersifat orisional. Meskipun tidak baru, produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru atau reintegrasi dari hal-hal yang sudah ada, sehingga melahirkan sesuatu yang baru. Kalimat that the creative work in tenable or useful or satisfying mengandung arti bahwa suatu  produk kreatif harus berlaku, berguna, dan memuaskan sejauh dinilai oleh orang lain. Ketiga istilah tersebut menekankan bahwa hasil dari proses kreatif haruslah dikomunikasikan kepada orang lain, sehingga produk tersebut mengalami validasi konsensual. Oleh sebab itu, pengakuan orang lain, khususnya para ahli, sangatlah penting.

Kamis, 28 November 2013

KREATIVITAS

Testimoni Tugas Performa Kelompok
EXPLOTION BOX






 Menurut saya dalam pembuatan tugas kreativitas kali ini, kita dituntut untuk mengerjakan sebuah mini proyek. dimana mini proyek ini kita memilih apa saja yang kita inginkan dan disetujui oleh kelompok. saya sendiri terkadang jika disuruh untuk memilih sebuah topik ataupun ide pasti akan memakan waktu yang lama, karena terlalu banyak hal-hal menarik didunia ini yang begitu bagus.

Untungnya saya juga memiliki kelompok yang memiliki ide-ide berlian yang menuntun saya membuat hal yang begitu menarik. saya sendiri juga dulunya sangat menyukai melihat orang lain membungkus kado, terkadang saya akan ketempat khusus kado dan melihat para stafnya membukus kado dan akirnya akan saya tiru dirumah untuk kado-kado lainnya. tapi hal itu sampai disitu saja dan saya tidak mengembangkannya lebih jauh.

ketika mengerjakan explosion box ini juga kami benar-benar saling membantu, ketika saya terlambat hadir teman-teman kelompok memaklumi saya dan ketika saya datang saya langsung disuruh mengerjakan hal yang dibutuhkan. dalam explotion box yang kami buat. pembagian kerja kami cukup sama saya rasa karena saya rasa kami juga sudah lama saling kenal tidak ada rasa segan untuk memarahi dan saling tertawa.

saya rasa juga saya memiliki banyak makna dari tugas ini walaupun untuk mencapai sebuah tujuan :)



semoga bermanfaat :D




Sabtu, 02 November 2013

testimoni berkaitan dengan UTS

testimoni yang saya berikan berkaitan dengan uts kali ini, sangat baik bu, saya sendiri sangat senang dengan UTS ini karena ditulisan ini kita bisa berekspresi dengan stimulus yang ibu berikan dengan waktu yang cukup panjang ini sesuai dengan tujuan pendidikan pada umumnya yang menjelaskan bahwa keadaan yang ada dapat membuat seseorang menyembangkan bakatnya atau menyadari bakatnya sendiri sehingga bakat tersebut dapat diketahui dan bermanfaat bagi diri sendiri dan oranglain.

ini juga sejalan dengan dibuku yang mengatakan bahwa kemajuan teknologi yang meningkat disatu pihak dan ledakan penduduk disertai berkurangnya sumber-sumber alami dipihak lain dan menuntut adaptasi yan kreatif dan kemampuan untuk mencari pemecahan. dengan adanya ujian ini, ibu memanfaatkan teknologi yang ada agar kami dapat memanfaatkan teknologi yang memang telah tersedia dengan menggunakan apa yang sudah ada yaitu tehnologi dan buku yang memang sudah diberikan diawal kuliah.

selain itu ujian ini juga bisa kita kaitkan dengan teori 4 P yang sangat kita kenal dikelas kreativitas.
person, press, proses dan produk.  person diri kita sendiri, press tekanan untuk kita membuat semaksimal mungkin apa yang sudah disepakati dikelas, proses dengan berjalan ini kita melalui 4 tahapan dalam proses yang membuat kita melakukan apa yang sesuai dengan diri kita yang akirnya akan menghasilkan produk yaitu jawaban yang kita berikan pada dosen pengampuh. 

saya juga berharap ini dapat terus berlanjut bu, agar email, blog dan yang lainnya lebih bermanfaat dari yang kita pikirkan sebelumnya.

Kamis, 24 Oktober 2013

TUGAS KELOMPOK KREATIVITAS

Konsep Kreativitas Kelompok 2


Tujuan dan Manfaat Pembuatan Karya Kreativitas

Kelompok:
·         Meningkatkan kreativitas kelompok
·         Menambah pengalaman untuk menghasilkan karya yang kreatif

Pembaca:
·         Memberikan inspirasi kepada pembaca
·         Memberika pengajaran/pengetahuan bagi pembaca

Perencanaan:
Cukup banyak ide yang diberikan kelompok untuk membuat suatu hasil karya kreativitas. Mulai dari explotion box, pop up card, dan lain sebagainya. Setelah di pertimbangkan, ditinjau dari waku dan jumlah anggota, kami memutuskan untuk membuat explotion box. Yaitu, kotak yang berisi berbagai karya atau inspirasi (misalnya; foto, pesan dan lain sebagainya).

Pembuatan karya ini sebenarnya cukup sederhana. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak terlalu sulit. Akan tetapi, kendala yang cukup besar adalah waktu. Untuk awal-awal membuat membutuhkan waktu yang cukup panjang, tapi kalau sudah biasa, proses pembuatan akan menjadi lebih cepat.

Perlengkapan:

Alat:
·         Gunting
·         Cutter
·         Lem tembak
·         Double tape
·         Penggaris
·         Pola kubus

Bahan:
·         Kertas Kado
·         Kertas Jeruk
·         Kertas warna
·         Kertas karton

Kamis, 17 Oktober 2013

Tugas Kreativitas Analisis Diri



Sumber : Munandar, Utami. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Penelitian Dacey

Pada tahun 1989 Dacey melakukan penelitian di Inggris terhadap kehidupan keluarga yang berbeda-beda pada keluarga biasa. Dari penelitian tersebut Dacey menyimpulan karakteristik-karakteristik yang dimiliki keluarga dalam menghasilkan anak yang kreatif, yaitu:

1.      Faktor genetis VS Lingkungan
2.      Aturan perilaku
3.      Tes Kreativitas sebagai Prediktor Prestasi Kreatif Remaja
4.       Masa kritis
5.      Humor
6.      Ciri-Ciri Menonjol Lainnya
7.      Perumahan
8.      Pengakuan dan Penguatan pada Usia Dini
9.      Gaya Hidup Orang Tua
10.  Trauma
11.  Dampak dari Sekolah
12.  Bekerja Keras
13.  Dominasi Lateral
14.  Perbedaan Jenis Kelamin
15.  Penilaian Orang Tua Mengenai Kreativitas Anak
16.  Jumlah Koleksi


Decay juga menyatakan bahwa terdapat hubungan kasual antara gaya hidup keluarga dan kreativitas. Sama halnya yang terjadi dilingkungan keluarga saya. Ayah saya adalah seorang dosen dan ibu saya hanya ibu rumah tangga. Tapi walaupun ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga, dia tidak suka duduk diam dirumah. Saya sering kali melihat ibu saya berpikir untuk apa yang akan ia kerjakan besok. Sedangkan ayah saya adalah seorang yang tidak suka melihat ibu saya pergi kemana-kemana dan menginginkan ibu saya dirumah saya agar ayah saya tidak susah memikirkan apa yang akan terjadi pada ibu saya. Dengan adanya kendala dari ayah saya yang merupakan faktor dominan dalam keluarga itu tidak membuat ibu saya terhalangi dalam melakukan apa yang diinginkannya. Ibu saya selalu mencari cara agar ayah saya tidak marah dan ibu saya masih bisa keluar rumah.

Tentunya aturan itu tidak hanya berlaku hanya buat ibu saya, saya memiliki empat saudara lainnya dan kami melakukan berbagai cara agar ayah saya tidak marah dan kami bisa melakukan apa yang kami inginkan. Tapi anehnya kalau kami ingin melakukan sesuatu setidaknya kami harus mendapatkan izin dari ibu saya. Karena ayah saya pasti tidak akan memberikan izin.
Menurut saya aturan dalam keluarga pasti selalu ada. Tergantung kita memaknainya dan memanfaatkannya. Selagi kita tidak mempermalukan orangtua dan tidak merusak diri sendiri tida ada salahnyakan kalau kita mencoba sesuatu yang baru.

Waktu saya masih SD ayah dan mama saya selalu mengajak kami pulang kampung ke Sibolga untuk berhari raya. Setelah melakukan solat ied biasanya besoknya kami langsung menuju sebuah pulau yang dinamakan pulau Poncan. Pulau Poncan ini sangat asri sekali apalagi mama saya sangat suka kalau kami datang jam 6 pagi. Disini saya sangat suka menggumpulkan bintang laut, karena bintang lautnya memiliki rongga-ronga di permukaan seperti bernapas. Saya mengumpulkan hampir seratus bintang laut untuk dibawa pulang. Tapi mama saya melarang karena itu terlalu banyak dan hanya akan membunuh mereka di perjalanan pulang kami. Jadinya mama saya menyarankan kepada saya untuk membawa 1 saya perwakilan dari mereka. Jadinya setiap satu tahun sekali minimal saya membawa 1 bintang laut.

Dalam keluarga saya kami dalam keluarga terkadang suka berargumen untuk mengerlurkan pendapat ketika ada masalah. Masalah yang ada kami memberikan solusi yang akan didebat oleh ayah saya, karena ayah saya orang eksakta yang berpikiran secara konsep dan tidak ingin berubah dari konsep yang ada dipikirannya. Untungnya mama saya adalah orang yang bijak karena selalu menerima masukan dari berbagai pihak dan yang pada akirnya bisa mengoyangkan pikiran ayah saya. Mama saya juga sekali menanyakan pendapat kami ketika tidak menemukan solusi pada ayah saya dan membandingkan mana usulan yang bisa dipakai dan usulan yang dapat membantu usulan yang mama saya inginkan.


Rogers mengemukan tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah :
1.      Keterbukaan terhadap pengalaman
Dalam keluarga saya, setelah solat magrib dan makan malam biasanya kami duduk-duduk semabri mencerikan apa saja yang kami alami dalam satu harian itu. Siapa yang kami jumpai dan apa saja yang kami lakukan. kami selalu tertawa, marah kecewa dan kadang menanggis karena menceritakannya apa saja yang ingin kami sampaikan.

Mungkin hal inilah yang membuat saja selalu menceritakan apa saja yang ingin saya sampaikan kepada oranglain didalam konteks yang saya anggap bisa menceritakan berbagai hal. Mama saya selalu mengatakan pada kami pengalaman itu merupakan hal yang dapat kita petik hikmahnya. Menurut saya ini sejalan juga dengan teori bandura dalam membentuk kepribadian seseorang dalam konsep yang saling terhubung person, enviroment, dan behaviour. Dari pengalama yang kita lihat dan rasakan sendiri kita bisa melihat hal itu sesuai tidak dengan kepribadian kita dan membuatnya menjadi sepuah perilaku. Perilaku itulah yang akan membat kita selanjutnya berperilaku disekolah dan lingkungan masyarakat.

Disekolah sendiri karena mama saya selalu memasukan saya ke sekolah islam. Setidaknya saya mengerti lebih banyak tentang agama dibandingkan abang saya yang selalu sekolah negri. Masyaraknya waktu saya tinggal dimana saya bahkan juga mendukung karena para tetangga selalu mengajak saya ikut dalam kegiata mengaji. Ntah itu dimadrasyah ataupun di rumah ibu pengajian.


2.      Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang
Dalam menilai situasi saya menggunakan patokan oranglain dengan membuat patokan saya sendiri. Apapun yang dipatok orang dalam kehidupannya saya juga memiliki patokan dalam hidup saya. Menurut saya patokan saya hanya bisa berubah dalam keluarga dan jika terdesak dalam lingkungan masyarakat.


3.      Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Kemampuan ini hanya akan terlihat ketika saya mau ataupun dipaksa dalam berbagai situasi. Hal ini jarang saya lakukan dengan inisiatif saya sendiri kecuali saya sangat tertarik dengan hal tersebut. Yang sedang saya minati sekarang adalah skincare untuk membuat muka kita terlihat lebih baik. Sebelum mencobanya saya juga membaca reiew tentang hal tersebut apakan sesuai dengan wajah saya atau tidak. Jika tidak terkadang saya mencari bentuk lainnya dan memcocokan kewajah saya.

Dari penjelsan diatas sebenarnya daoat disimpulakan dengan teori Persimpangan Kreativitas (Creativity Intersection). Dalam mewujudkan kreativitas seorang anak sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak ntuk meatih anak dalam keterampilan tetrtentu sesuai dengan minat pribadinya dan dierikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas seorang anak. Namun, itu tidak akan cukup ketika motivasi intrinsik dari dalam diri seorang anak tidak ada, minat anak harus dulu ditumbuhkan dari dalam dirinya atas kemaunya sendiri atau keinginanya sendiri.


Keberhasilan kreatif itu sendiri merupakan persimpangan (intersection) antara:
·         Domain skills (keterampilan anak dalam bidang tertentu)
·         Creative thinking and working skills
·         intrinsic motivation.
 

 















 Kreativitas akan terbentuk dengan jelas jika sudah mengambungkan konsep dari ketiga ini.

Dalam diri saya ini terlihat ketika saya sangat suka membaca sebuah novel. Saya bisa tidak tidur dalam beberapa hari jika saya benar-benar menyukai novel tersebut. Hal ini membuat saya lebih cepat membaca dibandingkan kawan saya ketika saya SD dulu. Dan efeknya yang terlebih saya jelas bagi saya sekarang ketika teman saya menanyakan tentang kata-kata aneh dan rumit saya dapat dengan mudah mengetahui makna dari kata dan kalimat tersebut.

Rabu, 25 September 2013

TUGAS SETELEH KELAS


4 P dengan Tokoh yang Saya Anggap Melakukan 4 P

saya menanggap tokoh yang saya minati ini, kami pembelajaran yang diberikan kepada saya dan teman-teman selalu inovatif dan berbeda dari cara penggajaran yang lainnya.



1. Person

Nama :Filia Dina Anggaraeni, M.Pd
Pekerjaan :Dosen Faklutas Psikologi
Departement Psikologi Pendidikan
Email : Filiadina[At]Yahoo.Co.Id
Alamat: Jl. Prof. T. Zulkarnain No. 11 Kampus USU
Medan 20154

061-8215984





2. Press
Internal: saya merasa ibu Dina memiliki motivasi agar kami dikelas dapat lebih baik memahami pembelajaran didalam kelas dan setelah pembelajaran dapat berguna untuk kehidupan sehari-hari

eksternal: saya merasa ibu Dina selalu melihat kami hanya sekedar belajar dan membaca yang akirnya tidak ilmu yang diajarkan tidak berguna.

3. Proses
Dalam Proses ini setiap kali ibu Dina menggajar selalu memotivasi saya dan kawan-kawan dan melakukan cara-cara tersendiri dalam penggaran.
contohnya ketika saya menggikuti kuliah pertama dikelas kreativitas, di pertemuan pertama kami ibu sudah memiliki cara dan alat-alat yang ia siapkan untuk menyuruh kami membuat sesuatu bentuk apa saja. sehingga membuat kami memikirkan lebih manfaatkan kuliah kreativitas.

4. Produk
Saya dapat lebih mudah memahami materi-materi yang disampaikan oleh bu Dina.

Rabu, 18 September 2013

TUGAS KREATIVITAS 2

PENGEMBANGAN EMPAT P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS



sumber: 
Munandar, Utami. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat., Jakarta: Rineka Cipta.


Ternyata 4 P ini adaah lanjutan bab selanjutnya, didalam bab ini di jelaskan empat P sendiri yang melandasi pengembangan kreativitas.
                Person
Teori psikoanalis dan teori humanistik sendiri digunakan sebagai landasan perencanaan program pendidikan anak berbakat. Karena banyak sekali teori yang menjelaskan tentang terbentuknya kepribadian yang kreatif

Press  

1.       Dari dalam diri individu
Rogers: “dorogan ada pada setiap orang dan bersifat inernal. Ada dalam diri individu sendiri, namun membutuhkan kondisi yang tepat untuk diekspresikan”
2.       Dari luar individu (ekstrinsik)
Rogers juga menyatakan adanya kondisi keamanan dan kebebasan psikologi memungkinkan timbulnya kreativitas dan konstruktif. Hal ini dibagi oleh Rogers menjadi keamanan psikologis dan kebebasan psikologis.
                Proses
Wallas (1926) dalam bukunya The Art of Thought Piirto, 1992 menyatakan proses kreatif melalu 4 tahapan
Ø  Persiapan, orang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang lain dan banyak hal lain agar masalah terpecahkan
Ø  Inkubasi, seolah-olah melepaskan diri dari masalah tersebut tapi mulai mencoba berpikir melalui alam bawah sadar tanpa sadar.
Ø  Iluminasi, timbulnya gagasan-gagasan baru atau inspirasi berserta program perencaannya.
Ø  Verifikasi, tahapan terakir yaitu mengevalusi terhadap realitas disini pemikiran konvergen dan kritis sangat diperlukan.
Produk
Besemer dan Treffinger (1981) hasil yang kreatif dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu,
1.       Sesuatu yang baru
2.       Pemecahan
3.       Kerincian serta sintesis
 Di Indonesia juga sudah ada penelitian yang dilakukan terhadap produk kreatif ini. Pada tahun 1997 pada siswa yang ditugaskan untuk mengarang. Kriteria penilaian kreatif berkaitan dengan aspek-aspek kreatif  yaitu
1.       Kelancaran
2.       Kelenturan
3.       Orisinalitas
4.       Kerincian (Elaborasi)